January 13, 2013 at 10:00
Posted by Raehan Pratama Putra

Motorevindonesia.com.
Tim pabrikan dengan home base di rawamangun Jakarta Timur ini semakin
melengkapi kuota skuad tim balap di bawah Astra Honda Motor ( AHM ).
Honda TDJ DCN 23 dibawah komando Luqman Ramadhan Dharmawan, bukan muka
baru di dunia kebut. Memang, hobi mengemas motor balap sudah di lakoni
sejak 2000an dengan balap drag bike. Kiprah dalam dunia balap dimulai
tahun 2011 sebagai privateer dan 2012 di pinang oleh AHm sebagai tim
pabrikan. Kiprah Manager Keuangan di PT. Tirta Dharmawan Jaya didukung
oleh kedua orang tuanya. Dikalangan tim pabrikan Honda, tim TDJ DCN 23
ini terbilang baru dan berkiprah di kejurnas Motoprix Region 2 Jawa.
Eksistensi di road race termotivasi dengan statement dan kesan lebih
profesional, ada jenjang prestasi dengan nilai kebanggaannya dan
kastanya berbeda. Dengan beralihnya Luqman Ramadhan Dharmawan ke dunia
road race di sambut gembira oleh kedua orang tua tercintanya,” balap
liaran saja beliau mendukung apalagi balap resmi dan berjenjang
prestasi mereka sangat mendukung karena mereka juga kurang cocok dengan
balap dragbike,” Ujar penghobi HD Fat Boy dan Mitsubhisi Pajero ini.
Menghadapi musim balap 2013,tim asal Jakarta dipastikan akan semakin
memperkuat segala lini.Kombinasi mekanik handal Adriansyah dan dua
ridernya Deri Irfandi dan Tommy Salim , diyakini akan menuai prestasi
membanggakan di Kejurnas Motoprix dan HRC. Komitmen Lukman dalam
memprioritaskan diri pada kategori seeded lebih bersemangat dan lebih
menjual. Terobosan formula baru Honda TDJ DCN 23 hasil insting tajam
dari sosok pria lajang bernama Lukman Ramadhan Darmawan yang akrab
disapa Entong TDJ. Pria berusia 23 tahun ini adalah pemilik tim dengan
profesi seorang kontraktor hobi balap. dan dipastikan . “Dasarnya suka
balap dan di restui orang tua, cukup lama juga menekuni balap dragbike
liaran di seputar Jakarta. Namun pada akhirnya beralih ke road race
yang menurut saya lebih santun dan profesional, “ujar Entong TDJ.
Profesionalisme dalam menekuni bidang pekerjaannya, terlihat dari
poin penting prinsip utama warga Pulo Asem ini,” Menjelang agenda balap,
saya priritaskan menyelasaikan urusan pekerjaan agar pada saat balap
say konsentrasi untuk menikmati dan menyeting tim agar meraih hasil
optimal,” ujarnya. Dunia balap baginya sebagai refreshing dari rasa
penat dan kesibukan luar biasa di pekerjaannya. Pria yang ber ulangtahun
setiap 2 Mei ini, menikmati saat pebalapnya bertarung untuk
memperebutkan prestasi terbaik. Refresh dari kesibukan profesinya saat
jeda balapan adalah modifikasi motor dan mobil. Mitsubhisi Pajero dan
HD Fat Boy yang baru di tebus seharga 354 juta ini ikut pula terjamah
tangannya yang hobi modifikasi.
Untuk musim balap 2013, tim saya lebih fokus ke kategori
seeded underbone, Kejurnas Sport 250 cc dan OMR CBR 250 di Indospeed
Race Series (IRS). Motornya sudah disiapkan. Dalam hal ini, tim dengan
warna kebesaran merah, putih dan hitam ini disupport seorang temannya
bernama Deddy seorang pengusaha SPBU. Musim lalu adalah masa
pembelajaran berharga bagi tim yang bermarkas di jln By Pass rawamangun
Jakarta – Timur. Ramuan formula setingan yang di nahkodahi oleh
Adriansyah yang menunjuk Deri Irfandi dan Tommy salim sebagai ridernya,
mempunyai alas an khusus,” dalam setahun ini saya telah banyak memahami
kemampuan Deri Irfandi saat bersama – sama dlam satu tim terdahulu.
Karakternya cocok dengan motor yang saya buat. Unruk Tommy Salim, saya
banyak mengamatinya sebagai pebalap potensial yang cepat beradaptasi.
Untuk tahun – tahun sebelumnya prestasinya belum terlihat karena ada
faktor non teknis dan saya yakin saya akan bisa mengatasi permasalahan
tersebut saat Tommy berada di tim TDJ DCN 23, dari karakter dan
attitudenya saya maupun Luqman Ramadhan sebagai owner tim sudah klop
loss joss,” ujar Adri saat di wawancari khusus oleh Motorev di Sirkuit
Balipat, Binuang Kalimantan Selatan.nd