Senin, 10 Februari 2014

Astra Motor Racing Team Raih Double Winner Indoprix Kenjeran


Denny Triyugo Laksono membuktikan kalau Honda yang terbaik. Pembalap ART asal Jawa Timur ini menggasak podium tertinggi, race 1 dan race 2, IP 110cc pada tanggal 26 Mei 2013. Balapan yang digelar di sirkuit dengan panjang 1,1 km ini berjalan dengan cuaca yang cerah. Start dari grid ke lima membuat Denny dan motornya harus bekerja keras untuk menjadi yang terbaik.


Race pertama berlangsung sangat ketat. Denny terus mengejar satu demi satu pembalap yang ada di depannya. Pada lap ke 22 dari total 25 lap, Denny berasil mengambil alih posisi pertama dari Sigit PD. Tikungan pertama menjadi saksi over taking yang dilakukan Denny. Sampai berakhirnya race, Denny tetap menjadi yang terbaik dan berhasil naik podium tertinggi di race yang pertama untuk kelas 110cc.

Di race kedua, TV One menyuguhkan pertandingan yang sangat menarik. Dimana race kali ini disiarkan langsung pada pukul 15.00. Pada race kedua ini, Sudarmono melakukan jump start sehingga langsung meninggalkan seluruh peserta lain dengan gap yang cukup jauh. Dalam peraturan balap, peserta yang melakukan jump start mendapatkan penalti 20 detik dari totoal catatan waktu yang dibukukan. Denny dan rombongan lain yang tertinggal 3 detik di lap-lap awal terus menggeber tunggangannya. Hasilnya tidak hanya menjadi juara, Denny juga berhasil melewati Sudarmono yang telah melakukan jump start.

Kemenangan ini membuktikan kalu Honda yang diproduksi di Indonesia dan mengandalkan tunner Indonesia bisa melesat dan meraih podium tertinggi.
“Honda Blade sanggup di gas sampai finish. Kecepatan dan daya tahannya sudah terbukti yang terbaik” Tutup Denny Triyugo.

Wawan Hermawan (#19)

 
Nama : Wawan Hermawan (#19)
Tanggal Lahir : 4 Maret 1984
Daerah Asal : Ciamis, Jawa Barat
Awal Partisipan di Dunia Balap : 2002
Menjadi Profesional di Dunia Balap : 2005
Pembalap Favorit : Hendriansyah
Karir :
2005 Juara Nasional (Pemula)
2005 Ketiga Asean Cup
2008 Juara Asean Nation
2010 Runner Up Honda Racing Championship
2011 Runner Up Honda Racing Championship
Spesifikasi Motor Honda Blade 110cc, Honda Supra X 125, Honda CBR250R (Kelas Sport 250cc)

ART Borong Juara di IRS


Setelah sukses menjadi juara kejuaraan nasional (kejurnas) 250cc di tahun 2012, Astra Motor Racing Team (ART) menambah pundi – pundi juara di tahun 2013 ini. Sirkuit Sentul International berhasil ditaklukkan oleh seluruh pembalap ART pada tanggal 5-6 Oktober 2013.

Wawan Hermawan berhasil menjadi juara nasional 250cc dan Iswandi Muis menjadi runner up. Kedua pembalap ini berhasil mempertahankan prestasi 2012 yaitu Denny Triyugo yang menjadi juara dan Wawan Hermawan sebagai Runner up.
Tidak hanya di kelas kejurnas 250cc, di kelas One Make Race (OMR) CBR250 Wawan Hermawan juga kembali mencatatkan namanya sebagai juara umum. Dimana OMR CBR 250 adalah kejuaraan yang seluruh pesertanya menggunakan Honda CBR 250cc. Serta kelas yang memiliki jumlah peserta terbanyak pada kejuaraan Indospeed Race Series (IRS) 2013 ini.

“Double Champion yang saya raih membuat saya sangat bahagia, peran serta seluruh tim membuat saya bisa meraih dua gelar juara sekaligus” papar Wawan, pembalap asal Ciamis ini.
Masih di kejuaraan IRS di kelas kejurnas 600cc, hasil cukup memuaskan diraih oleh Dimas Ekky Pratama, pembalap asal Depok ini menjadi juara umum ke - 3. Hasil ini cukup memuaskan dimana ART baru pertama kali ikut di kerjurnas 600cc dan Dimas Ekky baru tahun pertama naik CBR 600 RR. Sementara Denny, mantan juara Nasional 250cc yang bersama Dimas bermain di kejurnas 600cc harus terlempar dari 5 besar.
Pasalnya Denny Triyugo tidak turun pada seri pertama karena ikut di kejuaraan All Japan Championship. Selain itu Denny juga mengalami cidera patah tangan dan cidera ligamen yang membuatnya tidak dapat mengikuti seri ke empat dan kelima.
“Bilamana saya tidak terjatuh di Seri pertama dan juga tidak mengalami cidera patah tulang kaki, saya optimis bisa raih hasil yang lebih baik.” Jelas Dimas, pembalap berusia 19 tahun ini.
ART akan lebih meningkatkan prestasi yang didapat. Bukan hanya kelas 250 dan 600cc. Namun di tahun mendatang kelas Underbone 110 dan 125cc serta tambahan kelas sport 150cc pada kejuaraan Indoprix menjadi fokus ART di tahun 2014.
(Thomas William)



Datang dan Saksikan! Astra Motor Racing Team HRC - 28 April 2013.

Honda TDJ DCN 23 Optimalkan Segala Lini

Posted by Raehan Pratama Putra


 TIM HONDA TDJ DCN 23. MIMotorevindonesia.com. Tim pabrikan dengan home base di rawamangun Jakarta Timur ini semakin melengkapi kuota skuad tim balap di bawah Astra Honda Motor ( AHM ). Honda TDJ DCN 23 dibawah komando Luqman Ramadhan Dharmawan, bukan muka baru di dunia kebut. Memang, hobi mengemas motor balap sudah di lakoni sejak 2000an dengan balap drag bike. Kiprah dalam dunia balap dimulai tahun 2011 sebagai privateer dan 2012 di pinang oleh AHm sebagai tim pabrikan. Kiprah Manager Keuangan di PT. Tirta Dharmawan Jaya didukung oleh kedua orang tuanya. Dikalangan tim pabrikan Honda, tim TDJ DCN 23 ini terbilang baru dan berkiprah di kejurnas Motoprix Region 2 Jawa. Eksistensi di road race termotivasi dengan statement dan kesan  lebih profesional, ada jenjang prestasi dengan nilai kebanggaannya dan kastanya berbeda. Dengan beralihnya Luqman Ramadhan Dharmawan ke dunia road race di sambut gembira oleh kedua orang tua tercintanya,” balap liaran saja beliau mendukung apalagi balap resmi dan berjenjang prestasi  mereka sangat mendukung karena mereka juga kurang cocok dengan balap dragbike,” Ujar penghobi HD Fat Boy dan Mitsubhisi Pajero ini.
Menghadapi musim balap 2013,tim  asal Jakarta dipastikan akan semakin memperkuat segala lini.Kombinasi mekanik handal Adriansyah dan dua ridernya Deri Irfandi dan Tommy Salim , diyakini akan menuai prestasi membanggakan di Kejurnas Motoprix dan HRC.  Komitmen Lukman dalam  memprioritaskan diri pada kategori seeded lebih bersemangat dan lebih menjual. Terobosan formula baru Honda TDJ DCN 23 hasil insting tajam  dari sosok pria lajang bernama Lukman Ramadhan Darmawan yang akrab disapa Entong TDJ. Pria berusia 23 tahun ini adalah pemilik tim dengan profesi seorang kontraktor hobi balap. dan dipastikan . “Dasarnya suka balap dan di restui orang tua, cukup lama juga  menekuni balap dragbike liaran di seputar Jakarta.  Namun pada akhirnya beralih ke road race yang menurut saya lebih santun dan profesional, “ujar Entong TDJ.
Profesionalisme dalam menekuni bidang pekerjaannya, terlihat dari poin penting prinsip utama warga Pulo Asem ini,” Menjelang agenda balap, saya priritaskan menyelasaikan urusan pekerjaan agar pada saat balap say konsentrasi untuk menikmati dan menyeting tim agar meraih hasil optimal,” ujarnya. Dunia balap baginya sebagai refreshing dari rasa penat dan kesibukan luar biasa di pekerjaannya. Pria yang ber ulangtahun setiap 2 Mei ini, menikmati saat pebalapnya bertarung untuk memperebutkan prestasi terbaik. Refresh dari kesibukan profesinya saat jeda balapan adalah modifikasi motor dan mobil. Mitsubhisi Pajero  dan HD Fat Boy yang baru di tebus seharga 354 juta ini ikut pula terjamah tangannya yang hobi modifikasi.
 Untuk musim balap 2013, tim saya lebih fokus ke kategori seeded underbone, Kejurnas Sport 250 cc dan OMR CBR 250 di Indospeed Race Series (IRS).  Motornya sudah disiapkan. Dalam hal ini, tim dengan warna kebesaran merah, putih dan hitam ini disupport seorang temannya bernama Deddy seorang pengusaha SPBU. Musim lalu adalah masa pembelajaran berharga bagi tim yang bermarkas di jln By Pass rawamangun Jakarta – Timur. Ramuan formula setingan yang di nahkodahi oleh Adriansyah yang menunjuk Deri Irfandi dan Tommy salim sebagai ridernya, mempunyai alas an khusus,” dalam setahun ini saya telah banyak memahami kemampuan Deri Irfandi saat bersama – sama dlam satu tim terdahulu. Karakternya cocok dengan motor yang saya buat. Unruk Tommy Salim, saya banyak mengamatinya sebagai pebalap potensial yang cepat beradaptasi. Untuk tahun – tahun sebelumnya prestasinya belum terlihat karena ada faktor non teknis dan saya yakin saya akan bisa mengatasi permasalahan tersebut saat Tommy berada di tim TDJ DCN 23, dari karakter dan attitudenya saya maupun Luqman Ramadhan sebagai owner tim sudah klop loss joss,” ujar Adri saat di wawancari khusus oleh Motorev di Sirkuit Balipat, Binuang Kalimantan Selatan.nd
TDJ MI  tdj  viewer  tdj lu

Musim Ini Akutagawa Jadi Tuner Tim Indoprix AHRS


Penulis :  Raehan Pratama Putra - Foto : Raehan Pratama Putra

Ada penyegaran di kubu tim Indoprix AHRS tahun ini. Nama mekanik asal Jepang, Akutagawa yang sebelumnya lekat pada AHRS di masa membela merek Suzuki, kini merapat kembali meski tim tersebut mengandalkan motor Honda.

Di tim yang bermarkas di Depok tersebut, Akutagawa menggantikan posisi Hasyim Sonedi sebagai tuner utama tim Indoprix mereka.

"Mekanik sudah mulai bekerja bersama Akutagawa, semua sudah kenal sejak menangani motor Suzuki. Selain itu, Fadli juga sudah familiar dengan settingan Akutagawa," ungkap Asep Hendro, pemilik tim AHRS pada Jumat (7/2).

Sementara Hasyim kini mulai dilirik beberapa tim road race kelas Motoprix untuk menangani tunggangan mereka.

“Sudah ada beberapa tim yang menawari, tapi masih belum deal. Selain itu, ada juga beberapa proyek dari beberapa pembalap privateer superbike nasional untuk menangani Yamaha R1 dan R6 mereka,” tutup tuner ramah ini. (otosport.co.id)


Tags : Road race, AHRS, Akutagawa, Indoprix,

AHRS Masih Andalkan Honda Untuk Indoprix 2014


Penulis : Raehan Pratama Putra - Foto : Raehan Pratama Putra

Pada dunia balap road race Tanah Air, nama tim balap road race AHRS lekat dengan merek Suzuki sampai akhirnya tahun lalu tim asal Depok, Jawa Barat tersebut melirik motor Honda sebagai andalannya. Dan tahun ini, AHRS tampaknya masih setia bersama Honda, meski Suzuki menyatakan siap kembali fokus ke balapan Indoprix.

Hal ini disampaikan langsung oleh pemilik tim AHRS, Asep Hendro saat ditemui pada Jumat (7/2) di Depok. “Kami belum beralih ke Suzuki, tahun ini masih pakai Honda. Memang, tawaran dari Suzuki terus datang. Tapi cukuplah kerjasama saya bersama Suzuki yang telah mencapai 22 tahun.”

Alasan enggannya AHRS merapat ke Suzuki diantaranya adalah karena pihak Jepang kurang merespon kebutuhan tim. “Pihak Jepang tampaknya masih lebih memilih Yoshimura,” ungkapnya.

Sementara kepindahan ke Honda menurutnya memiliki keunggulan dari sisi regenerasi pembalap. “Honda memiliki perjenjangan balap yang jelas, sehingga mencari bakat untuk regenerasi pembalap lebih mudah,” pungkasnya. (otosport.co.id)



Tags : AHRS, Road Race, Indoprix, Honda,

Tim Suzuki di Road Race 2013, Tinggal Satu Tim Saja


Penulis : Raehan Pratama Putra - Foto : Raehan Pratama Putra
Pabrikan Suzuki sempat berjaya dengan Shogun di awal tahun 2000 lalu dilanjutkan generasi Smash di 2005 dengan prestasi puncaknya menjadi juara Indoprix 2007. Saat 2007 itu, jokinya adalah M Fadli. Lantas 2008 diteruskan oleh Wahyu Widodo yang menguasai pentas kelas Underbone 115 cc Asia.

Lengkap sudah prestasi Suzuki yang sempat pula menjajal turun ke Kejurnas Supersport 600 cc dan Kelas 600 cc Asia. Sayang, hantaman krisis finansial di tahun itu membuat penjualan produk otomotif termasuk Suzuki di seluruh dunia melorot.

Efek jangka panjang dari ekonomi Amerika, Eropa dan Jepang pun berimbas ke aktivitas tim Suzuki di Indonesia. Mulai susutnya tim berlogo S di seri Motoprix dan Indoprix sampai tiga tahun terakhir hanya menyisakan tim Suzuki Cargloss AHRS dan Suzuki Top1 Chia Felix.

Sayangnya, tahun depan kekuatan Suzuki malah kian menciut dengan kepastian tim AHRS untuk berpindah ke pabrikan Honda. “Ini bukan keputusan yang gampang karena 22 tahun bersama Suzuki bukan masa yang singkat, tapi kondisinya memang tak memungkinkan untuk terus bersama Suzuki, hingga kami memutuskan untuk pindah,” kata Asep Hendro, bos AHRS asal Depok Jabar.

Kabarnya sekian tahun tim Cargloss AHRS harus nombok untuk menutup pengeluaran balap dengan nilai kontrak Suzuki yang tak sebanding. Apalagi secara aspek bisnis dengan populasi tim Suzuki yang sangat sedikit dibanding tim Yamaha dan Honda maka mempengaruhi kepentingan bisnis AHRS yang membuat komponen balap dan aksesorisnya.

Lebih lanjut Kang Asep menyebut untuk mekanik dan struktur tim yang ada di AHRS tak berubah, termasuk sponsor pendukungnya. “Hanya ganti motor dan pembalapnya saja kok,” kata pria asal Garut sambil menyebut nama Oki Ristan sebagai pembalap utama dan masih akan ditambah satu nama lagi.

Saat dikonfirmasi ke Oki Ristan, pembalap asal Tasikmalaya ini membenarkan soal rencana balap 2013 bersama AHRS dan Honda. Kabar lainnya, AHRS akan menjual semua unit motor Suzuki eks balap tahun 2012.

Ditinggal salah satu pilar utamanya, Divisi Racing PT Indomobil Sales Indonesia (ISI) menyiapkan rencana lain dengan membentuk tim pabrikan. Uniknya, sebagai pembalap utama adalah Yoshiharu Okada dari Jepang. Pembalap Jepang balap bebek? Jangan kaget, ini memang strategi Suzuki di 2013 (baca boks).

Okada memang bukan pembalap asing pertama yang akan ikut Indoprix, karena sebelumnya pernah ada nama almarhum Machio Buncio asal Filipina yang turun di Binuang 2007. Lalu nama Hafizh Syahrin yang kini balap di Moto2 Spanyol pun pernah jajal ikut IP seri Surabaya dan Binuang pada 2008 dengan fasilitas wild card.

Tapi, Okada menjadi pembalap asing pertama yang ikut penuh Indoprix yang rencananya digelar 6 kali di 2013. Selanjutnya, Okada akan didampingi oleh Okvan Irfana asal Kalsel.

Pilihan jatuh ke Okvan bukan asal comot, karena 2 minggu lalu pasukan Suzuki melakukan sesi audisi bakal partner Okada dengan tes beberapa pembalap di Sirkuit Gery Mang Subang Jabar. “Untuk riset nanti ada mekanik Yoshimura Jepang dan dari Suzuki Motor Company (SMC) Jepang yang membantu riset Okada di Indonesia,” cerita Felix Judianto, mantan pembalap Suzuki yang loyal membantu kubu Suzuki sampai saat ini.

Bisa dibilang Indoprix 2013 akan menjadi seru karena melihat aksi pembalap Jepang yang terbiasa dengan racing line rapi harus melawan keberingasan pembalap Indonesia yang jago segala trik balap. (otosport.co.id) 

Tags : Tim Suzuki Nasional,