Jumat, 04 April 2014


FDR Ban Resmi Indoprix 2014, Ban Racing Indonesia


ManiakMotor – FDR yang memulai mereka juga yang kembali ke IndoPrix. Kan sejarah one make tyre, FDR pencetusnya dari IP 2007. FDR kembali akan full team di IndoPrix 2014. Selain jadi ban resmi alias offical tyre  otomatis jadi sponsor di balap bebek tertinggi di Indonesia tersebut.  FDR jadi ban resmi dipatenkan saat launching IP 2014 di Jakarta, 3 April 2014.  
FDR juga akan mendukung secara teknis semua tim IP. Mereka akan terlibat dalam pengembangan mesin yang wajib diikuti karet item. Bukan hanya proses penggantian ban, tapi memberikan masukan teknis terkait ban yang pas dengan mesin, karakter pembalap dan sirkuit. Itu didukung data-data real time atau waktu saat itu seperti temperatur trek, temperatur udara, kecepatan angin dan kelembabannya.
Regulasi IP memang mengharuskan ban semerek dengan argumen  masuk akal. Bahwa, “Balapan IP akan mengerucut pada skill pembalap dan keterampilan mekanik terhadap mesin. Soal ban sudah seragam seperti FDR tahun ini,” kata Herry Junaidi, direktur PT Suryaraya Rubberindo Industries (SRI) selaku produsen ban FDR.
Ditegaskan Herry, tim dan pembalap diberikan pilihan untuk menentukan tipe ban FDR yang digunakan. Tergantung set-up motor dan testing dilakukan sebelum race-day.  Sebab, “FDR memberikan varian ban balap yang lengkap untuk berbagai karakter sirkuit dan kondisi cuaca (wet & dry tire),” kata Harry sembari bilang FDR kompoteisi asli karya anak Indonesia.
Setiap saat dan waktu, performa ban balap FDR selaluditingkatkan. Semua trek road race di Indonesia sudah disesuikan, termasuk sirkuit Sekayu, Sumatera Selatan, yang digunakan IP tahun ini. “Bagi FDR Sirkuit Sekayu bukanlah sirkuit baru. FDR telah beberapa kali mendukung event di sana. Salah satunya saat FDR jadi sponsor IP 2007. Begitu juga, untuk  tingkat Asia atau  Yamaha Asean Cup Race di tahun yang sama,” kata Riza, Dept. Head Marketing PT SRI. 
Ok deh slamet. MM
Tipe FDR yang telah dirancang bangun untuk balap
Ban balap FDR
Untuk Indoprix 2014, FDR menyediakan sesuai dengan kebutuhannya. Diantaranya adalah:
1.       Sport FR75: Ban slick untuk sirkuit permanen dengan kondisi kering dengan temperatur tinggi.
2.       Sport MP96: Ban semi-slick cocok untuk sirkuit permanen dengan banyak tikungan panjang.
3.       Sport MP27: Ban balap yang dirancang khusus untuk kondisi sirkuit kering.
4.       Sport MP57: Ban balap yang dirancang khusus untuk sirkuit kering dan dingin.
5.       Sport MP76: Ban balap yang dirancang khusus untuk kondisi sirkuit kering atau basah.
6.       Sport XR: Ban balap motor untuk kondisi trek basah atau hujan.
7.       Sport XT: Cocok untuk balap motor dalam kondisi kering, basah atau hujan.
Disarankan untuk penggunaan ban depan dan dipasangkan dengan Sport XR.

FDR Racing Experience
2004 : FDR Drax Slick diluncurkan
2005 : Sport XT dan Sport XR diluncurkan sebagai ban balap pertama Produksi Indonesia

FDR official tire
MotorPrix : 2006, 2012-2014
Honda Racing Championship: 2008-2014
Yamaha Cup Race : 2009-2014
Yamaha Asean Cup Race : 2006, 2007, 2009, 2012, 2013
Asian Cup of Road Racing : 2007
Indospeed Race Series : 2010-2014
Indoprix: 2007, 2014
PON : 2008
Pra PON : 2011
Suzuki Fun Race : 2011

Indoprix 2014; Rafid Topan Muka Lama, Lomba Memanas Sampai Kelas 150 cc


ManiakMotor – Wajah-wajah lama IndoPrix kembali muncul di edisi 2014 ini. Maksudnya mereka yang sempat meninggalkan balap bebek dan kembali ke bebek. Meninggalkan tapi masih tetap balap di kelas yang lebih tinggi macam supersport dan bahkan ada yang ke Moto2. Contoh  Rafid Topan yang kembali ke IP berbedera Suzuki.
Seperti itulah yang dipromosikan di launchin Indoprix 2014 di kawasan Jakarta, 3 Maret 2014. Juga disebut-sebu M Fadli yang  mantan jawara IndoPrix kembali ke bebek. Fadli memperkuat Honda. Topan dan Fadli bakalan kwek-kwek-kwek lagi pada  26-27 April 2014 di Sentul International Karting & Motorcycle Circuit.
Di situlah resminya seri pertama IP 2014. Itu juga tanda IP sudah tahun ke-8. Hampir satu dasawarsa juga dimunculkan kelas 150 cc 4-tak. Kelas ini dibikin sesuai pertumbuhan pasar motor di Indonesia yang selalu diikuti olahraganya. Semua kelas yang ada di IP adalah main race, tidak ada supporting race. Jadi, 150cc juga penting,”jelas Bambang Gunardi, Suporting Director FIM Asia sekaligus punggawa IndoSpeed, penyelenggara Indoprix.
Otomatis tahun ini yang terketat dan ramai. Ketat karena munculnya Fadli yang selalu masuk lima besar di ARRC dan Topan yang mantan juara 2012. Bahkan Topan saat masih IP bisa juara  sebelum seri 2012 berakhir. Dengan pengalaman bersaing besama pembalap dunia di Moto2, modalnya membawa Suzuki. “Saya punya tim sendiri di Suzuki. Mudah-mudahan tahun pertama ini langsung bisa bersaing,” doa Topan.
Tunggu saja 26 April kiprah mereka. Kiprah IP yang diikuti empat pabrikan terbesar di Indonesia. Yakni Honda, Yamaha, Kawasaki dan Suzuki, dulu sih ada Kanzen, tapi ke mana tuh merek. Ghalib
BACA JUGA

DRAG BIKE 2014 BANJARNEGARA; SONIC VS FU, CEPER TERCEPAT BEBEK 200!

Duel menarik Bbebek 4-Tak TU 200 cc. Tak kalah seru antara Valentino Rossi dan Marc Marquez di Qatar. Honda Sonic korekan Yong Mustofa alias Yong’s dan FU Solo karya Wawan Kriastiarto. Dua motor itu yang mendominasi lima podium di Kapolres Cup Drag Bike Championship 2014 di Banjarnega, Jateng, 23 Maret.


Juga hadirnya Ceper berbendera Yong’s Motor Nano-Nano Marcellio itu, memberikan hiburan tersendiri bagi ribuan penonton di Jln. Kenteng-Madukara (depan Politeknik).  Itu diakui Pupung Rivaldo,  penonton berstatus pelajar SMK, “Sonic itu identik dengan teknologi Thailand, kapan lagi bisa lihat duel FU yang karya mekanik lokal,” nilainya.
Kali ini Sonic yang disetal pada pemampatan ruang bakar atau kompresi 15:1 lebih unggul. Faktanya,  Fandi Pendol (Semarang) dengan motor yang sama pun bisa menguntit di posisi kedua dengan 7.703 detik. Yong menyebut ‘spek’ Sonic dipermak ulang pakai  piston LHK forging dengan diameter 66 mm dan langkah piston diubah 58 mm.
Torsinya dibikin kaya dibanding sebelumnya stroke terlalu pendek. “Sehingga motor lebih enak saat start, tidak liar,” jelas Yonk sembari bercerita spek lainnya macam klep in disetel lagi membuka 20o dan menutup 53o. Klep out menutup 21o dan membuka 53o.  Pokoknya masih banyak yang ia ceritakan, nanti saja ditulis di MODIFIKASI
Lain hal dengan Wawan yang kali ini hadir langsung di lintasan, ”Ada masukan dari joki sebelumnya yang kurang pas. Atas saran si joki aku tambahin balancer jadi 650 gram dari awalnya 500 gram. Eh, malah tambah nggak pas,” kilah Wawan yang ayah satu putra atas FU Solo-nya.

DRAG BIKE 2014; JOKI CEWEK TREK LURUS, NAMANYA BIBIT EKA

Jangan dulu tanya soal kemampuan, masih belum setara Monita Wijaya (Jogja), Pupud Cempluk (Sragen) dan Sabrina Sameh. Tapi soal mencuri perhatian, cewek dengan spesifikasi 163 cm/53 Kg ini.
Coba tanya pada yang hadir di Kapolres Cup Drag Bike Championship (seri 1) di Banjarnegara, Jateng (23/3) lalu. Apalagi cewek yang punya nama lengkap Bibit Eka Andiah Riya Buana ini sempat mengeyam sekolah calon pramugari. “Saat ini aku lebih suka dengan dunia racing, memang tak mudah dan butuh perjuangan. Hendra Kecil adalah inspirasiku,” kata Bibit, begitu dara kelahiran 3 April 1995 ini akrab disapa.

Oh pantes, kemarin nempel Hendra  terus. Katanya dari dulu doi suka nonton balap. Kali ini ada kesempatan untuk ikut jadi pembalapnya. “Skill dan fighting spiritnya yang aku suka,” puji Bibit yang memang asli bibit joki cewek Banjarnegara itu. Oh ya, Bibit ngaku masih jomblo, loh. Di event kemarin coba ikut kelas braket 9 detik dengan spek motor FU standart. Masih jauh, time-nya 11 detik.
Cerita lebih dalam, dari semua kelas yang dilombakan pemilik ‘superbowl’ 38A ini paling suka dengan spek Ninja rangka standart. Iya, seperti Ninja milik Harlan Jaya Motor (Salatiga) yang diajak foto bareng doi. Baginya, ini seperti sosok lelaki yang cooldari luar tapi gahar bila sudah  diajak main.
Main apaan? “Kebayang deh, dinaiki, dijepit, digoyang-goyang dikit kalo udah siap baru baru dibetot habis. Pastinya, tidak jump start! Kalo itu mah, nggak bikin puas,” bisik Bibit yang bikin jantung reporter dag-dig-dug serrr.

DRAG BIKE 2014; JOKI CEWEK TREK LURUS, NAMANYA BIBIT EKA

Jangan dulu tanya soal kemampuan, masih belum setara Monita Wijaya (Jogja), Pupud Cempluk (Sragen) dan Sabrina Sameh. Tapi soal mencuri perhatian, cewek dengan spesifikasi 163 cm/53 Kg ini.
Coba tanya pada yang hadir di Kapolres Cup Drag Bike Championship (seri 1) di Banjarnegara, Jateng (23/3) lalu. Apalagi cewek yang punya nama lengkap Bibit Eka Andiah Riya Buana ini sempat mengeyam sekolah calon pramugari. “Saat ini aku lebih suka dengan dunia racing, memang tak mudah dan butuh perjuangan. Hendra Kecil adalah inspirasiku,” kata Bibit, begitu dara kelahiran 3 April 1995 ini akrab disapa.

Oh pantes, kemarin nempel Hendra  terus. Katanya dari dulu doi suka nonton balap. Kali ini ada kesempatan untuk ikut jadi pembalapnya. “Skill dan fighting spiritnya yang aku suka,” puji Bibit yang memang asli bibit joki cewek Banjarnegara itu. Oh ya, Bibit ngaku masih jomblo, loh. Di event kemarin coba ikut kelas braket 9 detik dengan spek motor FU standart. Masih jauh, time-nya 11 detik.
Cerita lebih dalam, dari semua kelas yang dilombakan pemilik ‘superbowl’ 38A ini paling suka dengan spek Ninja rangka standart. Iya, seperti Ninja milik Harlan Jaya Motor (Salatiga) yang diajak foto bareng doi. Baginya, ini seperti sosok lelaki yang cooldari luar tapi gahar bila sudah  diajak main.
Main apaan? “Kebayang deh, dinaiki, dijepit, digoyang-goyang dikit kalo udah siap baru baru dibetot habis. Pastinya, tidak jump start! Kalo itu mah, nggak bikin puas,” bisik Bibit yang bikin jantung reporter dag-dig-dug serrr.

Drag Bike 2014 Banjarnegara; 550 Starter, Wow! Chodox Jadi Caleg!

Benar prediksi potrtal ini. Banjarnegara yang masuk wilayah karesidenan Banyumas di Jateng,  punya tradisi balap karapan yang mengakar. Buktinya di Kapolres Cup Drag Bike Championship 2014 (seri 1) di lintasan Kenteng-Madukara (depan kampus Politeknik), Banjarnegara (23/3), pesertanya menyemut, ngalahin jumlah peserta kampanye.
Sayangnya animo yang tinggi itu terbentur izin pemakaian lintasan. Semula di alun-alun Banjarnegara,  tapi terpaksa pindah. “Mudah-mudahan seri berikutnya bisa di tempat semula,” kata Adam, koordinator penyelenggara.Tuh peserta  tembus 570 starter, 70% adalah jagoan lokal yang memang hanya muncul musiman.  Macam di event yang digarap Serayu Production menggandeng Club Motor Solo (CMS) ini.  Itu lantaran cerdiknya penyelenggara membidik kelas FU standart dan Ninja rangka standart.

Diakui Jhon PK (Madura), “Tipikal aspalnya ideal, tapi lintasan sangatsempit. Riskan untuk kelas sport, di ujung lintasan juga harus lebih ekstra waspada,” nilai Jhon yang mulai kembali bertaji itu.
Dari lokasi dilaporkan beberapa joki papan atas tampak hadir seperti Dwi Batank (Semarang), Hendra Kecil (Magelang), VP Mboted (Jogja). Mereka siap berkompetisi sekaligus menghibur ribuan pasang mata yang sudah memadati sisi kanan-kiri lintasan di balik pagar BRC. Sayang meski sudah membayar tiket 25 ribu, mereka tak akan saksikakan aksi maesto drag bike tanah air Eko Chodox Sulistyo.
“Minggu ini aku libur, lagi santai bersama keluarga. Tapi saya nggak ikut jadi caleg seperti isu,” kata Chodox sembari ngakak dari balik telepon. Chodox menaku berada di Kalimantan bersama nona-nona manis.

'Kuda Merah' Kembali Beraksi di Pringsewu, Lampung Barat


Menjelang tutup tahun 2012, kota "Pringsewu Lampung Barat menggelar "Drag Bike Competition DPD KNPI Pringsewu  dan Kapolres Cup 2012”. Gelaran dari tanggal 22-23 Desember 2012 dibuka oleh Bupati Pringsewu, Suryadi Sadad. Trek lurus yang memiliki panjang 201 meter ini memperlombakan 16 kelas yang diikuti oleh 553 peserta, mulai dari peserta daerah tuan rumah dan daerah sekitarnya.



        Dari sekian banyak peserta balap, mencuat satu nama yang mungkin tidak pernah diperhitungkan sebelumnya,  Tim "Kuda Merah" TVS Motor, berhasil membukukan best time (8,513 detik) pada saat penyisihan di kelas bebek 4Tak tune-up 150 cc, dengan motor TVS RockZ yang telah mengalami modifikasi oleh pihak PT Simpur Motor Lestari selaku Regional Distributor (Main Dealer) TVS Motor untuk propinsi Lampung dan dibantu oleh bengkel rekanan.

Acara yang dibuka oleh Bupati Pringsewu, Suryadi Sadad
"Kita coba mengeksplorasi tenaga dari 3 motor yakni TVS Tormax, TVS Neo dan TVS RockZ, tapi yang  'bertaring' kali ini adalah TVS RockZ. Dan yang membuat saya terkagum-kagum TVS RockZ ini menggunakan 80 persen part originalnya. Sayang memang ada kendala human error pada saat final, Tapi saya yakin dalam waktu dekat ini TVS RockZ akan ada di podium" ujar Winson Kurniawan Toyip, Chief Executive Officer (CEO) PT Simpur Motor Lestari selaku Regional Distributor TVS Motor untuk propinsi Lampung.



 TVS RockZ 125cc
Tim balap PT. Simpur Motor Lestari dan dealernya sudah mempersiapkan unit untuk riungan dunia otomotif khususnya roda dua. "Kalau tidak ada aral melintang, di 2013 TVS Motor akan berpartisipasi di gelaran Grass track dengan basis mesin TVS Neo. Karena masyarakat Lampung dan sekitarnya lebih menyukai motor dengan performa badak alias heavy duty sesuai dengan kondisi geografis dan grass track akan menjadi ajang bukti ketangguhan sepeda motor TVS," tutup Van Houten Sidari, selaku General Manager TVS Pringsewu.